Langsung ke konten utama

Postingan

Just Post : Para Pemimpi

Memanglah tugasku belum usai. Tugas mulia tuk mengantarkan mereka sampai mereka mampu berdiri tegak menatap masa depan. Namun ku yakin, ini kan menjadi semangat baru bagi mereka tuk hidup yang lebih baik. Tak ada lagi orang yang kan mengusik kehidupan mereka, hingga mereka bebas berkarya dan berekspresi. Terkadang mereka terlintas dalam bayanganku tatkala ku tengah duduk sembari menatap indahnya puncak gunung slamet yang jauh disana dan ditemani kopi hangat serta gitar tua milik bapak kos. Masih terngiang beberapa diantara mereka yang dulu sering ku usik kehidupannya. Mereka para pemimpi yang mungkin mimpinya berada pada titik kebimbangan. Terkadang ku sering teringat dengan ia yang selalu menemaniku berlama - lama di depan laptop bututku sembari bermain basket. Selalu mau membelikanku makanan kesukaanku walau jauh dan ia harus mengayuh sepeda. Tapi ia lugu, baik dan punya mimpi jadi sajana. Kala malam ia berjualan dengan berteman gerobak lapuk miliknya. Ku masih ingat betul k...

Dunia Milik Pribadi, yang Lain Ngontrak

Tembok yang berlapiskan dengan sebuah kesombongan akan hancur dalam sekejap. Hancur hanya dengan tersentuh oleh sebuah kesederhanaan belaka. Tembok yang berdiri kokoh, yang menjadi tameng bagi para pengecut untuk bersembunyi di balik sebuah kesombongan. Padahal mereka tak mengerti akan hidup, tapi mereka berteriak seakan raja dari kehidupan. Mereka mengaum tentang semangat, padahal mereka hanya memanfaatkan orang lain demi aumannya. Sungguh dunia ini gila. Seakan banyak orang yang tak tau arah hidup dan tak mengerti ia akan kemana. Namun disisi lain, banyak juga orang yang begitu yakin akan jalan yang ia tempuh, walau harus mengorbankan banyak orang lain. Begitu semangat saat mengelu - elukan dirinya nomor satu, hingga ia tak mau melihat tatkala sebernarnya orang lainlah yang menang. Tak mau melihat kebenaran hanya untuk mempertahankan reputasinya belaka. Dalam hidupnya ia hanya peduli dengan reputasi. Siapapun yang menjadi penghambatnya, ia adili. Seakan - akan dunia ini ...

Hanya Konsep dari Impian

Hai sahabat semua, kurasa telah lama tak menyapa. Lewat kesempatan di saat ini, tanpa mengurangi rasa hormat, saya memohon doa dari sahabat semua. Semoga konsep yang saya miliki dapat terwujud dengan baik. Sehingga nantinya dapat digunakan oleh siapapun, khususnya di negara kita tercinta. Kita tahu negara kita berada pada wilayah rawan bencana, khususnya gempa. Padahal kita tahu saat ini perkembangan konsep rumah mewah dari kaca kian menjadi primadona bagi banyak orang. Namun jika kita bayangkan bahayanya saat terjadi getaran dan guncangan gempa, tentunya bahan kaca dapat membahayakan penghuninya. Oleh karena itu, saya mencoba membuat inovasi pada sebuah kaca. Konsep yang saya kembangkan adalah "Jelly Glass Technology". Konsep tersebut mengubah sifat kaca yang kaku dan mudah pecah, kini di ubah menjadi kuat dan lentur. Kuat merupakan sifat yang biasa pada kaca, namun jika lentur menurut saya sifat yang luar biasa. Kaca akan menjadi lentur hanya jika terkena tek...

Mari Diskusi

Lewat tulisan saya ini, saya ingin mengajak semua orang untuk berdiskusi di kolom komentar ini. Kali ini saya akan mengangkat sebuah masalah yang biasa terjadi di negara ini, dan kadang malah dianggap hal yang lumrah. Masalah yang ingin dibahas adalah tentang Loyalitas kita untuk membangun negeri ini. Beberapa kasus yang sering kita jumpai adalah kasus mental orang di negeri ini telah terasuki mental pengemis. Banyak orang yang hanya mau melakukan sesuatu harus dengan bayaran, meskipun sebenarnya hal tersebut sudah merupakan tugas dan tanggung jawabnya. Saat itu saya tengah membutuhkan bantuan orang lain yang memang bidangnya di bagian itu, untuk sekedar melatihkan ke beberapa anak - anak sekolah. Dari kejadian diatas kita semua tahu, bahwa ia sudah mengatakan bahwa itu sudah merupakan tugas dari kesatuannya, namun dengan gampangnya ia masih bertanya masalah harga atas jasanya melatih "........" (hehehee, ma'af, privasi ) . Sebuah hal yang konyol bagi...

Just Post

Tatkala malam datang, seberapa seringkah kita memikirkan negera kita?. 1 dari 1000 orang mungkin memikirkan, namun bagaimana dengan kita?. Tatkala malam datang, seberapa seringkah kita memikirkan nasib saudara kita yang hanya tinggal di emperan toko?. 1 dari 1000 orang mungkin memikirkan, namun bagaimana dengan kita?. Tatkala kita makan, seberapa seringkah kita memikirkan nasib saudara kita yang kelaparan?. 1 dari 1000 orang mungkin memikirkan, namun bagaimana dengan kita?. Mari renungkan diri kita masing - masing. Apakah masih pantas kita mendambakan kebahagiaan yang kekal, sementara kita tak mau membahagiakan orang lain. Mari saksikan bersama, merekalah orang disekeliling kita yang seharusnya menjadi tggung jawab kita bersama :

Pelangiku : sesi video clip

Cuplikan sekilas saat sesi video clip

PNS itu Impian, ILMUAN itu Mimpi

Indonesia sebenarnya negara besar. Negara yang memiliki sejuta kapasitas dan sejuta kekayaan alam. Namun, entah apa yang membuat negeri ini selalu terbelakang. Sudah tentu semua orang pasti ingin negeranya maju, namun kini mereka hanya mau menjadi penonton masa depan. Hanya mau mengkritisi tanpa mau bertindak. Hanya ingin maju namun tidak mau bertindak, hanya dengan mudah mengolok - olok orang lain saja. Masyarakat sekarang memang aneh. Maunya gaji besar tapi tak mau bekerja keras. Jika kita berbicara tentang kemajuan bangsa, maka tak mungkin kita tidak berbicara tentang SDM. Suatu bangsa yang maju, pasti punya SDM yang maju pula. Sampai kapanpun negeri ini tak akan maju, jika SDM yang ada memiliki pola pikir yang salah. Pola pikir yang ada di Indonesia saat ini, ma'af saya katakan pola pikir para SDM bermental "KULI". Bagaimana tidak, kita lihat saja perbedaan jauh yang terlihat saat ini. Sebuah pola berfikir yang salah terjadi dimana - mana, dan hal ini dianggap ...