Langsung ke konten utama

Just Post


Terkadang manusia terlalu sering untuk menyalahkan keadaan. Padahal tak selamanya keadaannya salah. Tak selamanya juga harapannya benar. Banyak manusia yang terlalu bergelumit dengan permasalahan yang sebenarnya mereka sendiri tidak tau apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya.

Tidak salah memang jika seseorang mengeluh, itu manusiawi. Namun jika mengeluh dengan keadaan yang memang sudah menjadi taqdir, akan hanya menjadi sesuatu yang sia - sia saja. Kita seharusnya berkaca pada orang lain dan bahkan tidak menutup kemungkinan untuk berkaca pada mahluk lain.

Jika kita bayangkan, sebenarnya semut itu terlahir pasti tak ingin menjadi semut. Binatang kecil yang mudah diinjak oleh mahluk lain.keberadaannya selalu terusir oleh manusia. Namun semut takmengeluh dengan keadaannya. Semut tahu bahwa itulah taqdir. Mahluk itu hanya mampuberharap, tapi Tuhanlah yang berkehendak. Kita terlahir tentunya ingin tampan, cantik, kaya, pandai,cerdas, dan lain sebagainya. Namun ketentuan Tuhan telah tergariskan dan takan ada orang yang mampu mengubahnya.

Jadi kini jangan mengeluh lagi dengan keadaan. Tetaplah bersemangat, dan tepalah berkarya dalam setiap langkahmu memuju kehidupan yang abadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketakutan Siswi Berujung Pindah Sekolah

Seringkali kita melihat berbagai tontonan dunia pendidikan. Beberapa saat ini kita seolah melihat banyaknya kenakalan remaja yang kian meningkat. Namun kali ini saya justru tergerak untuk menulis sebuah konten tentang dunia pendidikan yang bukan karena kenakalan remaja. Melainkan frustasi seorang pelajar yang menjadi korban intimidasi seorang guru, lantaran ia telah membongkar praktek KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) yang dilakukan oleh seorang oknum Guru. Seringkali para pelajar mengalami hal yang kurang baik di sekolahnya. Mulai dari tindakan perploncoan, bullying , cacian yang menyangkut isu SARA, serta pelecehan seksual yang semuanya pasti berujung pada sebuah perlakuan yang merupakan tindakan intimidasi terhadap korban. Hal semacam ini juga harus turut diungkap dan tentu diluruskan. Kenapa? ada banyak psikologi korban yang sangat terganggu akan adanya hal tersebut. Beberapa bulan yang lalu, masuklah sebuah aduan dari orang tua yang merasa aneh dengan adanya anak yang mogo...

Kami Tak Bisa Dibeli

Dunia ini seakan hanya milik orang-orang yang bisa berkuasa. Berkuasa karena pangkat, jabatan, dan kekayaan. Bumi seolah bisa diputar seenaknya, dimainkan sekenanya. Semua seolah harus tunduk kepada nya. Dunia seisinya seolah-olah semua bisa dibeli dengan omongannya. Namun yakinlah, bahwa didunia ini masih ada satu hal yang tak mungkin bisa dibeli. Satu hal itu adalah kebahagiaan. Siapapun memang bisa menikmati kekayaannya, namun ia belum tentu bisa menikmati kebahagiaannya. Dalam otaknya hanya akan ada uang, uang, dan uang. Menurutnya kebahagian bisa terbayarkan dengan uang. Namun persepsi tersebut adalah salah. Sekarang kita lihat bersama, bayangkan jika anda menjadi orang yang teramat kaya hingga anda bingung cara membuang uang anda. Namun disisi lain anda memiliki masalah yang serius. Istri anda terserang stroke, anak laki-laki anda meresahkan masyarakat. Dimana-mana membuat ulah, menimbulkan kerusuhan. Anak perempuan anda memiliki kehidupan yang glamor, hingga akhirnya menja...

Dari Balik Jeruji Besi

Menelusuri lorong-lorong penuh ketegangan yang menyelimuti. Penuh dengan tatapan tajam dan penuh harap. Wajah garang senantiasa mewarnai setiap sudut. Tegap, kekar, dan seolah diri ini mangsa yang siap untuk diterkam. Inilah hidup dari balik jeruji besi. Kehidupan nyata bagi  seorang narapidana. Menurut kita jeruji besi seolah adalah sebuah tempat untuk menebus setiap kesalahan yang telah diperbuatnya. Namun tatkala orang yang mendekam didalamnya adalah orang yang harus menanggung kesalahan yang telah diperbuat orang lain, apakah ini masih dapat dikatakan jeruji besi. Mungkin apa yang kita presepsikan selama ini tentang penjara tidaklah 100% benar. Melainkan sebenarnya ada sisi lain dari apa yang disebut dengan penjara. Beberapa hari saya bertugas di tempat ini, berjalan di lorong ini, sungguh terasa inilah saatnya saya banyak belajar, sekolah, atau merenungi tentang hidup dari balik tempat ini. Ketakutanku saat awal mendengar kata Lapas, seolah begitu menguji adrenal...